fig 14.33
1. Pendahuluan[kembali]
Osilator kristal digunakan secara luas dalam berbagai perangkat elektronik untuk menghasilkan frekuensi yang stabil dan presisi tinggi. Salah satu metode yang digunakan untuk mencapai kestabilan tersebut adalah konfigurasi series-resonant circuit, di mana kristal dihubungkan secara seri dalam jalur umpan balik. Konfigurasi ini memungkinkan kristal bekerja pada frekuensi resonansi serinya, di mana impedansi kristal minimum dan umpan balik positif maksimum tercapai.
2. Tujuan[kembali]
Memahami prinsip kerja rangkaian osilator kristal dengan konfigurasi series-feedback.
Menganalisis perbedaan antara rangkaian dengan BJT dan FET sebagai penguat.
Membuat rangkaian BJT dan FET
3. Alat dan Bahan[kembali]
| 1.Kristal Osilator (XTAL) |
|---|
| Menentukan frekuensi osilasi rangkaian berdasarkan frekuensi resonansi kristal. | |||||||||||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||||||||||
| 2.Transistor BJT/FET | |||||||||||||||||||||||||||
| Sebagai penguat sinyal dan bagian utama pembangkit osilasi. | |||||||||||||||||||||||||||
| | |||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||
| R₁ dan R₂ untuk pembagi tegangan bias, R_E untuk stabilisasi arus BJT, dan RG sebagai bias FET. |
|
|---|
| 4.Kapasitor C_C (Coupling Capacitor) |
|---|
| Menghubungkan sinyal AC dari output ke input tanpa mempengaruhi DC bias. |
|---|
| 5.Kapasitor CE (Bypass Capacitor) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Mengurangi efek negatif dari R_E terhadap penguatan sinyal AC. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 6.RFC (Radio Frequency Choke) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Menghambat sinyal AC dan hanya mengalirkan DC, menjaga kestabilan sinyal osilasi. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
7.Breadboard dan Kabel Jumper
Untuk merangkai sirkuit secara sementara dan mudah diubah.
8. Catu Daya (VCC / VDD)
Menyediakan sumber tegangan DC untuk mengaktifkan rangkaian.
9. Osiloskop
Untuk mengamati bentuk gelombang dan frekuensi dari sinyal keluaran.
10.Multimeter
Untuk mengukur tegangan dan arus pada titik-titik penting dalam rangkaian.
11. Ground
Ground adalah sebuah titik referensi umum atau tegangan potensial sama dengan "tegangan nol". Fungsi ground adalah untuk menetralisir cacat (noise) yang disebabkan oleh kualitas komponen yang tidak standar.

4. Dasar Teori[kembali]
Rangkaian osilator kristal bekerja berdasarkan prinsip resonansi dari kristal. Dalam mode series-resonant, kristal dihubungkan dalam jalur umpan balik dan berfungsi sebagai elemen resonansi utama. Pada frekuensi resonansi serinya, impedansi kristal sangat rendah, menghasilkan penguatan maksimum dari sinyal umpan balik. Rangkaian BJT dan FET yang ditunjukkan pada Gambar 14.33 menggunakan konfigurasi umpan balik seri untuk mencapai osilasi yang stabil.
Komponen seperti RFC digunakan untuk mengisolasi sinyal AC dari jalur catu daya, sementara kapasitor coupling (C_C) dan bypass (C_E) memainkan peran penting dalam mempertahankan kestabilan sinyal dan penguatan. Frekuensi osilasi akhir dari rangkaian ditentukan oleh kristal, membuatnya sangat stabil terhadap perubahan tegangan suplai dan suhu.
6. Problem[kembali]
1. Pada gambar di bawah Diketahui:
- Kapasitor C2=C3=220 pF
- Kristal XT memiliki
frekuensi kerja f=4 MHz
Hitung frekuensi osilasi teoritis jika
kristal tidak digunakan dan digantikan oleh induktor LL dalam
konfigurasi Colpitts.
Jawab:
2. Sebuah rangkaian osilator kristal seperti pada gambar
menggunakan RFC (Radio Frequency Choke) sebesar 1 mH. Osilator
bekerja pada frekuensi 8 MHz. Hitung reaktansi induktif dari RFC pada
frekuensi 8 MHz.
3. Diketahui sebuah rangkaian osilator kristal seperti
gambar di atas. Kristal (XTAL) memiliki frekuensi resonansi sebesar 8
MHz. Kapasitor coupling CC = 33 pF, dan lilitan RFC cukup besar
untuk dianggap sebagai open circuit terhadap frekuensi kerja. Berapakah
frekuensi sinyal keluaran dari osilator ini? Jelaskan asumsi yang digunakan
dalam perhitungan.
Jawab :
7. Soal Latihan[kembali]
1.Apa fungsi utama dari kristal kuarsa (XTAL) dalam
rangkaian osilator?
A. Menyimpan
energi listrik sementara
B. Mengatur besar
tegangan output
C. Menentukan dan
menstabilkan frekuensi osilasi
D. Menyaring
sinyal dari noise tinggi
Jawaban: C
2. Dalam rangkaian osilator kristal, komponen RFC (Radio
Frequency Choke) berfungsi untuk
A. Mengalirkan
sinyal frekuensi tinggi ke Vcc
B. Menyaring
sinyal DC dari sinyal AC
C. Menghambat
sinyal frekuensi tinggi agar tidak bocor ke Vcc
D. Menjadi jalur utama sinyal output
Jawaban: C
3. Mengapa osilator kristal lebih disukai dibanding LC osilator dalam aplikasi frekuensi tinggi?
A. Lebih murah dan
mudah dibuat
B. Memiliki
frekuensi kerja lebih rendah
C. Lebih presisi
dan stabil terhadap suhu serta waktu
D. Dapat menghasilkan daya yang sangat besar
Jawaban: C
8. Percobaan[kembali]
prosedur
1). Buka aplikasi proteus
2). Pilih komponen yang akan digunakan dalam rangkaian
3). Susunlah komponen sesuai gambar
4). Setelah merangkai seluruh komponen, jalankan simulasi
5). Amatilah simulasi yang sedang berjalan
Rangkaian dan prinsip keja
9. Download File[kembali]
Download rangkaian 14.33 a klik
disini
Download rangkaian 14.33 b klik
disini
Download Datasheet Resistor klik
disini
Download Datasheet Transistor 2N2222 klik
disini
Download Tambahan Datasheet Transistor 2N2222 klik
disini
Download Datasheet Kapasitor klik disini
Download Datasheet MOSFET klik
disini

Komentar
Posting Komentar